Jakarta, CNN Indonesia

Ahli dari Prabowo-Gibran, Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej menyerang balik pengacara Anies-Muhaimin, Bambang Widjojanto (BW) lantaran BW tak pernah mencoba mengajukan praperadilan saat ditetapkan sebagai tersangka.

Eddy malah menilai BW justru berharap belas kasihan dari Jaksa Agung untuk melakukan deponering atau menyampingkan perkara guna kepentingan umum terhadap status tersangkanya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jadi saya beda dengan Bambang Widjojanto ketika ditetapkan sebagai tersangka dia tak challenge dan mengharap belas kasihan Jaksa Agung untuk berikan deponering,” kata Eddy dalam sidang lanjutan gugatan hasil Pilpres di MK, Kamis (4/4).

Eddy mengaku tak terima dengan pernyataan BW jika masih ada penyidikan baru di kasus korupsi yang sempat menimpanya. Ia mengutip pernyataan Juru Bicara KPK Ali Fikri yang mengatakan akan diterbitkan Sprindik Umum dengan melihat perkembangan kasusnya.

“Kedua kasus saya sebagai tersangka sudah saya challenge di PN Jaksel. Dan putusan tanggal 30 batalkan status saya sebagai tersangka,” kata Eddy.

Sebelumnya Eddy Hiariej ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap Rp8 miliar. Namun ia tak terima dan mengajukan praperadilan.

Pengadilan kemudian mengabulkan praperadilan Eddy dan status tersangkanya gugur.

Tak hanya Eddy, pengacara pasangan Prabowo-Gibran, OC Kaligis juga menyinggung status BW masih berstatus sebagai tersangka sampai hari ini.

“Dan status Bambang sampai hari ini masih tersangka,” kata OC Kaligis usai persidangan.

BW telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pemberian keterangan palsu di Mahkamah Konstitusi tahun 2010 atas kasus Pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Status itu ditetapkan pada 2015 lalu ketika BW masih berstatus sebagai Wakil Ketua KPK.

(rzr/pmg)

[Gambas:Video CNN]






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *