Jakarta, CNN Indonesia

Tim 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD membawa sembilan ahli untuk memberikan keterangan dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden 2024 pada hari ini, Selasa (2/4).

Kesembilan ahli itu mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari guru besar hukum, sosiolog, ekonom hingga ahli filsafat.

Salah satu yang menjadi ahli dalam sidang PHPU kali ini yakni Profesor Filsafat STF Driyakara, Franz Magnis Suseno atau Romo Magnis.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut daftar lengkap nama sembilan ahli dari tim Ganjar-Mahfud:

1. Dekan FH UB, Aan Eko Widiarto
2. Pakar hukum tata negara, Universitas Andalas, Charles Simambura
3. Guru Besar Ilmu Ekonomi Pembangunan Universitas Padjadjaran, Didin Damanhuri
4. Profesor Filsafat STF Driyakara, Franz Magnis Suseno
5. Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, Hamdi Muluk
6. Mantan anggota KPU RI, I Gusti Putu Artha
7. Dosen TI Universitas Pasundan, Leony Lidya
8. Sosiolog Direktur Pusat Kajian Representasi Sosial, Risa Permana Deli
9. Suharto

Selain sembilan ahli, tim 03 juga membawa 10 saksi. Mereka di antaranya Dadan Aulia Rahman, Indah Subekti, Pami Rosidi, Hairul Anas Suaidi, Memed Ali Jaya dan Mukti Ahmad.

Lalu, Maruli Manunggang Purba, Sunandi Hartoro, Suprapto dan Nendy Sukma Wartono.

Kubu 01 Anies-Muhaimin (AMIN) telah menjalani sidang dengan agenda yang sama pada Senin (1/4). Para saksi dan ahli dari kubu AMIN memberikan keterangan mulai dari dugaan politisasi bansos hingga intimidasi warga untuk memenangkan kubu 02 Prabowo-Gibran.

Sebelumnya, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud menggugat hasil Pilpres 2024 ke MK lantaran tidak terima dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memenangkan Prabowo-Gibran.

Dalam keputusan KPU, Prabowo-Gibran menang dengan perolehan 96.214.691 suara atau 58,6 persen suara sah nasional. Sementara itu, Anies-Muhaimin meraih 40.971.906 suara atau 24,9 persen suara sah nasional. Lalu Ganjar-Mahfud mendapatkan 27.040.878 suara atau 16,5 persen suara sah nasional.

Permohonan kedua kubu ini terdapat kesamaan yaitu menginginkan Gibran Rakabuming Raka didiskualifikasi dalam Pilpres 2024. Mereka sama-sama ingin pemungutan suara diulang tanpa keikutsertaan Prabowo-Gibran.

Mereka juga menilai Pemilu 2024 penuh dengan kecurangan dan intervensi dari Presiden Joko Widodo.

Dalam sidang sengketa Pilpres ini, KPU menjadi pihak yang termohon. Sementara itu, kubu 02 menjadi pihak yang terkait.

(yla/wis)

[Gambas:Video CNN]






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *